Istanbul (KABARIN) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya siap menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, asalkan Moskow juga mematuhi usulan serupa yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy pada Jumat di tengah upaya de-eskalasi konflik yang masih berlangsung.
Zelenskyy menjelaskan bahwa wacana gencatan senjata khusus sektor energi dibahas dalam pertemuan perdamaian trilateral yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 23–24 Januari. Dalam pertemuan tersebut, pihak Amerika menjadi fasilitator, dan gagasan penghentian serangan ini disebut sebagai inisiatif pribadi Trump.
“Jika Rusia mendengar sinyal dari pihak Amerika dengan cara yang sama seperti yang kami dengar, maka kami pasti akan mendapatkan hasil dan dapat mengevaluasinya,” kata Zelenskyy, dikutip dari kantor berita negara Ukrinform.
Meski begitu, Zelenskyy menegaskan hingga saat ini belum ada dialog langsung maupun kesepakatan resmi antara Ukraina dan Rusia terkait usulan tersebut. Namun, Kiev tetap membuka diri untuk bersikap konsisten terhadap langkah-langkah de-eskalasi.
“Jika Rusia tidak menyerang infrastruktur energi kita… kita juga tidak akan menyerang. Saya pikir ini adalah jawaban yang diharapkan oleh mediator negosiasi, yaitu Amerika Serikat,” tambah Zelenskyy, sambil menegaskan kesiapan Ukraina menurunkan tensi konflik.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden Trump mengungkapkan bahwa dirinya “secara pribadi meminta” Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan serangan ke Kiev dan kota-kota lain di Ukraina, terutama di tengah kondisi cuaca yang disebutnya “sangat dingin”.
Dalam pidato video pada Jumat malam, Zelenskyy kembali menekankan bahwa perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah konflik. Ia menyebut “situasi malam ini dan selama beberapa hari ke depan” akan “menunjukkan bagaimana keadaan sebenarnya.”
Hingga kini, pihak Rusia belum memberikan komentar resmi terkait usulan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi tersebut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026